Sabtu, 09 April 2011

PERANAN LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN

I. JENIS LEMBAGA KEUANGAN

Lembaga keuangan terdiri dari bank-bank umum serta lembaga keuangan nonbank. Bank umum adalah bank-bank yang kewajiban-kewajibannya terdiri dari saldo rekening koran. Di Indonesia bank-bank umum ini meliputi bank-bank devisa (baik milik pemerintah maupun swasta), bank asing serta bank pembangunan. Sedangkan lembaga-lembaga keuangan nonbank terdiri dari lembaga-lembaga yang bergerak dalam pasar modal atau dalam pengumpulan modal seperti bank-bank dan lembaga tabungan, perusahaan asuransi, lembaga-lembaga penanaman modal, lembaga pensiun dan sebagainya. Bank-bank umum ini beserta otoritas moneter merupakan sistem moneter di Indonesia. Otoritas pusat, dalam hal pemerintah melakukan kegiatan/fungsi moneter, seperti misalnya transaksi dengan IMF atau mengadakan pinjaman dari luar negeri untuk memperkuat cadangan devisa.

II. PERANAN LEMBAGA KEUANGAN

Lembaga keuangan mempunyai peran sangat penting bagi pemerintah maupun masyarakat. Dapat dilihat dengan contoh dibawah ini :

1) Proses Makro Ekonomi Tanpa Lembaga Keuangan

Proses : Perusahaan menghasilkan barang dengan menyewa/membeli faktor produksi dari rumah tangga. Pendapatan sektor rumah tangga yang diperoleh dari menyewakan/menjual faktor produksi digunakan untuk membeli barang-barang yang dihasilkan oleh perusahaan. Dengan demikian nilai total barang dan jasa yang dihasilkan (GNP) ini akan sama dengan pendapatan yang berupa : upah, keuntungan dan sewa. Aliran barang sama dengan aliran uang. Apabila sektor rumah tangga tidak membelanjakan semua pendapatannya, maka timbulah tabungan. Dengan sendirinya tidak semua barang yang dihasilkan oleh perusahaan bisa terjual. Namun, perusahaan tidak hanya menghasilkan barang konsumsi saja, tetapi juga barang-barang keperluan perusahaan sendiri dan juga persediaan. Pengeluaran perusahaan untuk tujuan ini disebut investasi. Untuk membiayai pengeluaran ini diperlukan dana. Lembaga keuanganlah yang menghubungkan dana yang tersedia/tabungan dari sektor rumah tangga dengan yang memerlukan untuk investasi.

2) Proses Ekonomi Dengan Adanya Lembaga Keuangan

Dengan adanya lembaga keuangan, keuntungan yang diperoleh antara lain sebagai berikut : Lembaga-lembaga keuangan dapat menawarkan berbagai jenis surat berharga menurut besar/kecilnya nilai atau jangka waktunya. Dengan demikian bagi para penabung dapat memilih bentuk-bentuk tabungannya sesuai dengan nilai dan jangka waktu yang dikehendaki. Selain itu, risiko yang ditanggung oleh penabung menjadi lebih kecil, karena lembaga keuangan ini biasanya merupakan usaha yang cukup besar dibandingkan dengan usaha individual.

III. TINGKAT BUNGA DAN HARGA SURAT BERHARGA

Surat-surat berharga diperjualbelikan di pasar modal. Pembelian dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana/para penabung, sedang pihak yang mengeluarkan/menjual adalah perusahaan-perusahaan yang membutuhkan dana untuk pembiayaan investasinya.

Suatu surat berharga merupakan suatu hak atas pembayaran sejumlah tertentu uang di masa datang dan memberikan penghasilan berupa bunga/deviden kepada pemegangnya. Harga yang terjadi dalam transaksi jual-beli tidak mesti sama dengan harga yang dinyatakan dalam surat berharga. Perbedaannya merupakan penghasilan bagi pembeli/pemegang berupa bunga yang biasanya dinyatakan dalam persen.

Sumber : “Ekonomi Moneter”, Nopirin, Ph.D

1 komentar: